Selasa, 03 November 2009

STUDY KELAYAKAN 'APOTEK GUBERNURSURYO GRESIK'

apotek gubernur suryo
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Kesehatan merupakan anugerah
Tuhan yang sangat berharga bagi
manusia. Karena dengan keadaan
yang sehat, manusia dapat
melakukan aktivitas di dalam
kehidupannya. Memang, kesehatan
bukanlah segalanya, tetapi tanpa
kesehatan segalanya tiada artinya.
Oleh karena itu hendaknya manusia
selalu memelihara kesehatannya.
Dewasa ini, masalah kesehatan
menjadi salah satu perhatian utama
bagi masyarakat. Banyaknya kasus
mengenai berbagai penyakit yang
timbul membuat masyarakat lebih
memperhatikan masalah kesehatan.
Jika semula kebutuhan akan
kesehatan lebih dititikberatkan pada
upaya penyembuhan, kini telah
berangsur-angsur berkembang
menuju upaya kesehatan yang
menyeluruh, yakni berupa upaya
peningkatan kesehatan (promotif),
pencegahan penyakit (preventif),
penyembuhan penyakit (kuratif), dan
pemulihan kesehatan (rehabilitatif).
Adanya perubahan pandangan
masyarakat akan kebutuhan
kesehatan tersebut, menuntut peran
serta yang lebih besar bagi para
tenaga kesehatan untuk
mewujudkan tercapainya derajat
kesehatan yang optimal. Farmasis,
sebagai salah satu tenaga kesehatan
diharapkan ikut berperan serta
terutama mengenai masalah obat dan
perbekalan kesehatan. Peran serta
farmasis ini dapat dilakukan di
berbagai bidang / sarana kesehatan,
salah satunya adalah di apotek.
Apotek merupakan tempat
dilakukannya pekerjaan kefarmasian
dan penyaluran sediaan farmasi dan
perbakalan kesehatan lainnya kepada
masyarakat. Pekerjaan kefarmasian
yang dimaksud dalam hal ini adalah
penjaminan mutu sediaan farmasi dan
perbekalan kesehatan lainnya, yang
dimulai dari proses pengadaan,
penyimpanan, pendistribusian obat
termasuk juga pelayanan obat atas
resep dokter dan pelayanan
informasi oabt.
Peran serta apotek dapat
ditinjau dari dua aspek, yaitu aspek
pelayanan kefarmasian dan aspek
manajerial apotek. Aspek pelayanan
kefarmasian berkaitan dengan
pelayanan kesehatan yang diberikan
apotek kepada masyarakat.
Sedangkan aspek manajerial berkaitan
dengan pengelolaan apotek sehingga
apotek dapat terus tumbuh dan
berkembang.
Dalam hal aspek manajerial
apotek, selain masalah pengelolaan
administrasi dan keuangan yang baik,
masalah pemilihan lokasi berdirinya
apotek juga menjadi hal yang harus
diperhatikan. Karena pemilihan lokasi
apotek dapat menentukan
perkembangan suatu apotek . Suatu
apotek hendaknya berdiri di tempat
yang banyak di ketahui oleh
masyarakat atau dekat dengan
sarana pelayanan publik, misalnya di
dekat pasar, terminal, rumah sakit dan
sebagainya. Selain itu apotek juga
harus mudah di jangkau dan di akses
oleh masyarakat sebagai konsumen
apotek.
Mengingat keberadaan Apotek
”Gubernur Suryo” selama ini yang
kurang mudah di akses dan diketahui
publik, maka dengan berbagai
pertimbangan, akhirnya
dilakukannlah perpindahan lokasi
Apotek ”Gubernur Suryo”, yang
semula berada di Jl. Gubernur Suryo
Sub Terminal Stand No 30-32 menjadi
Jl. Gubernur Suryo No 28 Gresik.
Pemilihan lokasi Apotek yang baru ini
didasarkan atas pertimbangan letak
apotek yang dekat dengan sarana
publik seperti pasar, terminal dan mal.
Selain itu lokasi tersebut juga dapat
dengan mudah diketahui dan di akses
oleh masyarakat mengingat letaknya
yang dekat dengan jalan raya.
Dengan demikian diharapkan Apotek
“Gubernur Suryo” dapat memberikan
kontribusi terhadap kebutuhan
masyarakat akan kebutuhan obat
dan perbekalan kesehatan serta
dapat berkembang menjadi lebih baik
dari sebelumnya.
2. Visi Apotek
Apotek “Gubernur Suryo”
diharapkan menjadi sebuah unit
pelayanan kesehatan yang
terpercaya bagi masyarakat dengan
memberikan pelayanan yang
bermutu dan menyediakan obat dan
perbekalan kesehatan yang lengkap
dengan harga yang terjangkau.
1. Misi Apotek
1. Apotek “Gubernur Suryo”
merupakan sarana pendistribuasian
sediaan farmasi dan perbekalan
kesehatan yang terjamin mutunya
denagn harga yang terjangkau bagi
masyarakat.
2. Menjadikan Apotek “Gubernur
Suryo”
sebagai tempat pelayanan
kefarmasian yang berdasarkan
prinsip Pharmaceutical Care
3. Menjadikan Apotek “Gubernur
Suryo”
sebagai rujukan bagi masyarakat
dalam memperoleh pelayanan dan
informasi obat
4. Menjadikan Apotek “Gubernur
Suryo”
sebagai unit usaha yang dapat terus
tumbuh dan berkembang sehingga
dapat memberikan kesejahteraan bagi
anggotanya.
4. Tujuan Apotek
1. Tujuan Umum
Apotek “Gubernur Suryo”
merupakan sarana kesehatan yang
menjadi tempat pengabdian profesi
bagi farmasis sekaligus sebagai unit
usaha dengan memberikan jaminan
mutiu terhadap pelayanan
kefarmsain yang berdasarkan
pharmaceutical care
1. Tujuan Khusus
1. Apotek “Gubernur Suryo” sebagai
sarana pengabdian profesi apoteker
dimana dilakuakan pekerjaan
kefarmasian dan penyaluran
perbekalan farmasi kepada
masyarakat baik melalui resep
maupan swamedikasi secara tepat
dan terjamin kualitasnya.
2. Apotek “Gubernur Suryo” sebagai
wadah dalam praktek pharmaceutical
care demi kesejahteraan pasien
dengan menggunakan rasionalitas
penggunaan obat (tepat, aman,
efektif dan terjangkau) dalam
pelayanan demi peningkatan kualitas
hidup pasien.
3. Apotek “Gubernur Suryo” sebagai
sarana yang dapt ikut serta
meningkatan kesadaran dan
pemahaman masyarakat tentang
penggunaan obat dan perbekalan
farmasi lainnya secara rasional yang
aman, tepat dan cost effective.
4. Apotek “Gubernur Suryo” sebagai
tempat berwirausaha dan
mengembangkan usaha.
5. Manfaat Pendirian Apotek
Pendirian Apotek “Gubernur Suryo
diharapkan dapat memberikan
manfaat antara lain :
1. Aktualisasi profesi farmasi di
masyarakat dengan melakukan
pekerjaan kefarmasian dan
penyaluran perbekalan farmasi
kepada masyarakat.
2. Peningkatan kesejahteraan pasien
melalui praktek pharmaceutical care
dengan mengutamakan rasionalitas
penggunaan obat (tepat, efektif,
aman dan terjangkau) dalam
pelayanannya.
3. Peningkatan kesadaran dan
pemahaman masyarakat tentang
penggunaan obat dan perbekalan
farmasi lainnya.
4. Tersediaanya obat dan perbekalan
farmasi lainnya yang terjamin mutu
dan kualitasnya dengan harga yang
terjangkau.
5. Sebagai wadah berwirausaha
untuk
pencapaian kesejahteraan dan
tumbuh kembang apotek.
2.1 Studi Kelayakan
Sebelum suatu apotek
mengalami perpindahan lokasi atau
tempat, perlu dilakukan studi
kelayakan terlebih dahulu untuk
menganalisa apakah lokasi Apotek
yang baru cukup layak atau mampu
bertahan dan memberi keuntungan
secara bisnis yang lebih baik
dibandingkan dengan keberadaan
apotek di lokasi sebelumnya.
Dalam hal pemilihan lokasi
apotek yang baru hendaknya
mempertimbangkan keadaan sekitar,
misalnya adanya sarana kesehatan
baik rumah sakit ataupun praktek
dokter. Selain itu hendaknya dipilih
daerah yang dekat dengan pusat
keramaian seperti pasar atau terminal
dan juga pemukiman penduduk.
Diharapkan dengan lokasi yang
strategis, apotek dapat berkembang
dengan baik.
Selain itu faktor-faktor
yang perlu diperhatikan dalam studi
kelayakan antara lain :
1. Product
Apotek ”Gubernur Suryo”
merupakan bidang usaha yang
menghasilkan produk dan jasa yang
saling terkait. Apotek ”Gubernur
Suryo” berusaha menyediakan
produk yang terjamin kualitasnya
selain juga memberikan pelayanan
berupa konseling dan informasi
mengenai obat dan perbekalan
farmasi lainnya kepada masyarakat.
Dalam usaha menyediakan
produk, perlu dipertimbangkan
kebutuhan masyarakat sekitar yang
didasarkan pada pola penyakit yang
terjadi, musim yang mempengaruhi
perkembangan suatu penyakit, iklan
yang sedang marak atau juga
kebutuhan masyarakat pada waktu-
waktu tertentu.
Dengan melakukan
evaluasi terhadap kondisi Apotek
”Gubernur Suryo” selama ini, dapat
diketahui percepatan perputaran
obat dan perbekalan farmasi yang
ada. Hal ini dapat dijadikan
pertimbangan mengingat lokasi
Apotek ”Gubernur Suryo” yang baru
tidak terlalu jauh dari lokasi
sebelumnya. Berdasarkan hasil
evaluasi, dapat diketahui pola
penyakit masyarakat sekitar atau
konsumen Apotek ”Gubernur Suryo”
adalah
infeksi pernapasan saluran akut
(ISPA)
diabetes mellitus
hipertensi
allergi
kolesterol dan asam urat
2. Price
Apotek ”Gubernur Suryo”
berusaha memberikan harga yang
wajar dan terjangkau oleh
masyarakat. Harga ini sangat
berperan dalam menarik minat
masyarakat untuk membeli obat di
apotek, apalagi mengingat bahwa di
dekat Apotek ”Gubernur Suryo” juga
terdapat apotek lain. Hal-hal yang
menjadi pertimbangan dalam
penentuan harga di Apotek
”Gubernur Suryo” antara lain :
tingkat ekonomi masyarakat
harga pembelian obat
beban usaha apotek
harga obat di apotek lain
3. Place
Lokasi sangat
berpengaruh terhadap kelangsungan
hidup suatu apotek. Apotek
Gubernur Suryo berada di Jl.
Gubernur Suryo No. 28 Gresik.
Berdasarkan survey yang telah
dilakukan, dapat diketahui kondisi di
sekitar apotek, yaitu :
1. Lokasi Apotek
Berada di kelurahan Tlogopojok
Gresik
Jumlah penduduk ± 1500 KK
Pekerjaan penduduk : - Pedagang 40
%
- Karyawan, bururh
pabrik / PNS 25 %
- Wiraswasta 20 %
- Dll 15 %
1. Letak Apotek dengan Sarana
kesehatan
Puskesmas nelayan ± 250 m
Klinik dan laboratorium Syifa ± 30 m
Apotek Al Wardah ± 30 m
Praktek dokter Sri Hartatik
Praktek dokter Eni
Praktek dokter Singgih
Praktek dokter M. Rusydi
1. Letak Apotek dengan sarana publik
Di depan mall Ramayana
Di depan kompleks ruko Multi Sarana
Plasa
Sebelah barat Terminal Gubernur
Suryo Gresik
Pasar kota Gresik ± 200 m
Pasar baru Gresik ± 100 m
SD Tlogopojok ± 150 m
Pondok Pesantren Hidayatur Rohmah
± 150 m
4. Promotion
Promosi merupakan cara
untuk memperkenalkan apotek
kepada masyarakat. Karena Apotek
”Gubernur Suryo” bukanlah suatu
apotek yang baru berdiri, maka
keberadaan Apotek ”Gubernur
Suryo” sudah diketahui banyak
orang. Akan tetapi promosi tetap
diperlukan agar masyarakat
mengetahui keberadaan apotek yang
baru. Cara-cara yang ditempuh
Apotek ”Gubernur Suyo” dalam
melakukan promosi antara lain :
Membuat papan nama apotek
Membuat pemberitahuan tentang
perpindahan lokasi apotek
Menyebarkan leaflet kepada
masyarakat sekitar
1. Personel
Sumber daya manusia
merupakan salah satu modal penting
dalam pengelolaan apotek. Pemilihan
SDM yang ramah, tanggap dan ahli
dibidangnya serta bertanggung
jawab dapat mendukung
keberhasilan apotek. Penentuan
jumlah tenaga yang dibutuhkan,
dilakukan dengan
mempertimbangkan anggaran serta
kemampuan dalam memberikan
pelayanan. Apotek ”Gubernur Suryo”
mempunyai 4 SDM yang terdiri dari
seorang Apoteker, seorang Asisten
Apoteker dan 2 orang karyawan.
6. Proses
Proses merupakan kinerja
Apotek untuk mencapai tujuannya.
Proses ini meliputi perencanaan
pengadaan yang tepat dan efisien,
sistem administrasi yang baik,
penyimpanan dan pendistribusian
yang tepat serta pelayanan yang
bermutu, dimana semua proses
tersebut didasarkan pada Standart
Operational Prosedur (SOP).
7. Performance
Penampilan fisik suatu
apotek mempunyai peran yang
cukup besar untuk menimbulkan
kesan bagi masyarakat dan untuk
menarik minat masyarakat untuk
masuk dan membeli kebutuhan
perbekalan kefarmasian. Oleh karena
itu Apotek ”Gubernur Suryo”
berusaha untuk menampilkan
performance yang menarik bagi
masyarakat, antara lain dengan :
Ruang tunggu yang nyaman
Tempat pelayanan yang nyaman
Desain penataan obat yang menarik
pasien
Kebersihan yang terjaga
Penerangan yang cukup
Adanya fasilitas penunjang, seperti
televisi dan koran / majalah
2.2 Analisis SWOT
Analisis SWOT merupakan prosedur
sistematis untuk mengidentifikasi
berbagai peluang-peluang
(opportunities) dan ancaman-
ancaman (threats) dan elemen
internal untuk mengidentifikasi
kekuatan-kekuatan (strengths) dan
kelemahan-kelemahan (weaknesses).
Analisis SWOT Apotek
”Gubernur Suryo” dapat dijabarkan
sebagai berikut :
1. Kekuatan-kekuatan (strength)
Merupakan Apotek yang sudah lama
berdiri dan dikenal masyarakat
Merupakan Apotek cabang dari
Apotek Bhirawa Anoraga
APA dan PSA merupakan penduduk di
daerah dekat dengan lokasi apotek
2. Kelemahan-kelemahan
(weaknesses)
Lokasi Apotek yang baru
3. Peluang-peluang (oppotunities)
Apotek terletak di wilayah
pemukiman yang padat penduduk
Apotek terletak dekat dengan sarana
layanan publik, seperti pasar, mall dan
terminal serta dekat dengan saran
kesehatan seperti praktek dokter,
klinik dan laboratorium.
Apotek terletak di tepi jalan raya
yang mudah di akses oleh kendaraan
dan dilewati oleh kendaraan umum.
4. Ancaman-ancaman (threats)
Terdapat apotek lain yang letaknya
tidak terlalu jauh dari apotek
Dengan memahami analisis
SWOT tersebut, maka Apotek
”Gubernur Suryo” akan senantiasa
berusaha meningkatkan kualitas
pelayanan dan juga pengelolaan
apotek sehingga diharapkan dapat
terus tumbuh dan berkembang.
3.1 Bangunan
Apotek ”Gubernur Suryo”
didirikan di atas lahan dengan luas
bangunan 3,5 m x 14 m. Bangunan
tersebut terdiri dari beberapa bagian
antara lain :
1. Ruang tunggu
2. Ruang pelayanan yakni tempat
penerimaan resep, pembayaran,
penyerahan obat dan konseling
3. Ruang peracikan dan penyimpanan
obat
4. Tempat pencucian alat (wastafel)
5. Toilet
6. Musholla
Bangunan apotek dicat
dengan warna krem dengan dinding
keramik dan juga lantai keramik yang
berwarna krem.
3.2 Kelengkapan Bangunan
Sebagai sarana penunjang kegiatan di
apotek, maka apotek dilengkapi
dengan :
Sumber air bersih
Penerangan yang cukup
Alat pemadam kebakaran
Ventilasi bangunan yang baik
Sanitasi lingkungan yang baik
3.3. Identitas Apotek
Apotek ”Gubernur Suryo”
mempunyai 2 macam identitas
apotek, yaitu :
Identitas di luar, berupa neon box
Identitas di dalam, berupa papan
nama yang dipasang di ruang
tunggu
3.4 Perlengkapan dan Peralatan
Apotek
Perlengkapan yang disediakan
sebagai penunjang kegiatan apotek
antara lain :
1. Perlengkapan dan alat untuk
perbekalan farmasi, terdiri dari
Lemari kaca untuk obat-obat OTC dan
komoditas lainnya
Lemari kayu untuk menyimpan obat
Lemari khusus tempat penyimpanan
narkotika dan psikotropika
Lemari pendingin
2. Perlengkapan kegiatan administrasi
dan pelayanan
Tempat penerimaan resep dan
pembayaran
Tempat penyerahan obat dan KIE
Meja kursi untuk kegiatan administrasi
Tempat penyimpanan arsip-arsip dan
buku-buku penunjang
Tempat penyimpanan persediaan
peralatan apotek
Telepon
3. Perlengkapan dan alat peracikan
Meja dan kursi peracikan
Timbangan dan anak timbangan
Mortir dan stamper
Saringan, sudip dan kuas
4. Wadah pengemas dan
pembungkus
Etiket
Kertas perkamen
Plastik pengemas dan pembungkus
5. Alat administrasi
Blanko surat pesanan obat, narkotika
dan psikotropika
Blanko salinan resep
Blanko kuitansi
Blanko kartu stok obat
Form laporan penggunaan narkotika,
psikotropika dan obat generik
Buku-buku administrasi (buku
pembelian, buku penerimaan obat,
buku pembukuan keuangan, buku
pencatatan narkotika dan
psikotropika)
6. Fasilitas penunjang
Kursi untuk ruang tunggu
Televisi dan radio
Kipas angin
7. Buku-buku penunjang
Farmakope Indonesia Edisi IV
Buku peraturan perundang-
undangan tentang apotek
ISO dan MIMS
3.5 Denah Apotek
Penataan ruang di Apotek ”Gubernur
Suryo” dilakukan sedemikian rupa
sehingga menimbulkan kesan yang
nyaman dan teratur. Adapaun denah
Apotek ”Gubernur Suryo” adalah :
3.6 Personel
Sumber daya manusia di Apotek
”Gubernur Suryo” terdiri dari 4 orang
yaitu :
1 orang Apoteker Pengelola Apotek
(APA)
Merupakan penanggung jawab
seluruh kegiatan di apotek
1 orang asisten apoteker (AA)
Membantu apoteker dalam
memberikan pelayanan
2 orang karyawan
Membantu apoteker dalam bidang
administrasi
3.7 Sediaan Farmasi dan Perbekalan
Kesehatan
Apotek ”Gubernur Suryo”
menyediakan berbagai macam
sediaan farmasi dan perbekalan
kesehatan, antara lain :
No Sediaan
1 Obat bebas dan bebas terbatas
2 Obat keras, psikotropika dan
narkotika
3 Obat tradisional (jamu, herbal
terstandar, fitofarmaka)
4 Alat kesehatan
5 Lain-lain seperti susu, suplemen,
dsb
BAB IV
ANALISA KEUANGAN
4.1 Studi Perputaran Modal (Cash
Flow) Apotek
4.1.1 Alokasi Dana Perpindahan
Apotek
a. Biaya pembelian bangunan : Rp.
42.000.000,-
b. Biaya renovasi bangunan : Rp.
12.000.000,-
c. Biaya peralatan apotek
- etalase kaca : Rp. 2.500.000,-
- kursi tunggu : Rp. 300.000,-
- neon box : Rp. 300.000,-
- lampu : Rp. 300.000,-
d. Biaya perlengkapan apotek
- kuitansi, nota, copy resep, kartu
stok, SP : Rp. 150.000,-
- etiket dan plastik pembungkus : Rp.
100.000,-
- buku-buku dan alat tulis : Rp. 50.000,-
e. Biaya perijinan : Rp. 300.000,-
f. Biaya persediaan obat : Rp.
68.000.000,-
Rp.126.000.000,-
4.1.2 Rencana Pembiayaan (1 tahun)
a. Biaya gaji tetap
- gaji apoteker : 13 x Rp. 1.200.000,- =
Rp. 15.600.000,-
- gaji AA : 13 x Rp. 500.000,- = Rp.
6.500.000,-
- gaji karyawan (2 orang) : 13 x Rp.
800.000,- = Rp. 10.400.000,-
b. Beban biaya tetap
- Biaya listrik, air, telepon : 12 x Rp.
250.000,- = Rp. 3.000.000,-
- Biaya PBB = Rp. 70.000,-
- Biaya pajak reklame = Rp. 100.000,-
- Biaya suplai apotek : 12 x Rp. 40.000,-
= Rp. 480.000,-
c. Biaya penyusutan
- Biaya penyusutan pembelian
bangunan (5 %) = Rp. 2.100.000,-
- Biaya penyusutan renovasi (5 %) =
Rp. 600.000,-
- Biaya penyusutan peralatan apotek
(20 %) = Rp. 680.000,-
- Biaya penyusutan perijinan (30 %) =
Rp. 90.000,-
Rp. 39.620.000,-
4.1.3 Perkiraan Pendapatan (1 tahun)
a. Rata-rata Pendapatan Sebelum
Pindah
- Resep masuk perhari 2 lembar @ Rp.
50.000,- = Rp. 100.000,-
- Penjualan non resep = Rp. 750.000,-
Total penjualan per hari = Rp. 850.000,-
Total penjualan selama sebulan = 30 x
Rp.
850.000,-
= Rp. 25.500.000,-
Total penjualan selama setahun = 12 x
Rp.
25.500.000,-
= Rp. 306.000.000,-
b. Target Pendapatan Setelah Pindah
- Resep masuk perhari 5 lembar @ Rp.
50.000, = Rp. 250.000,-
- Penjualan non resep = Rp. 1.000.000,-
Target total penjualan per hari = Rp.
1.250.000,-
Target total penjualan selama sebulan
= 30 x Rp. 1.250.000,-
= Rp. 37.500.000,-
Target total penjualan selama
setahun = 12 x Rp. 37.500.000,-
= Rp. 450.000.000,-
c. Prosentase Peningkatan
Pendapatan Apotek Sebelum dan
Sesudah Pindah
% peningkatan = (Rp. 450.000.000,- ─
Rp. 306.000.000,-) x 100%
Rp. 306.000.000
= Rp. 144.000.000,- x 100 %
Rp. 306.000.000,-
= 47 %
4.1.4 Analisa Laba
Persediaan Laba (x %) Asumsi
penjualan (HJ) HB (HJ =
Resep 20 % Rp. 250.000,- Rp. 208.3
Non resep 15 % Rp. 1.000.000,- Rp.
869.5
Total Rp. 1.250.000,- Rp. 1.077.
HPP = HB = HV
Analisis laba
- omzet = Rp. 450.000.000,-
- HPP (86 %) = Rp. 387.000.000,-
- laba kotor = Rp. 63.000.000,-
- Biaya tetap = Rp. 39.620.000,-
- Laba bersih sebelum pajak = Rp.
23.380.000,-
- PPh = Rp. 1.169.000,-
- Laba bersih sesudah pajak = Rp.
22.211.000,-
4.2 Analisa Break Even Point (BEP)
Tahun Pertama
Asumsi biaya variabel = 86 % volume
penjualan
dengan hasil penjualan perbulan Rp.
23.583.333,- perbulan apotek
”Gubernur Suryo” tidak akan
mengalami keuntungan ataupun
kerugian. Sedangkan bila Apotek
”Gubernur Suryo” menginginkan
keuntungan sebesar Rp. 2.000.000,-
perbulan, maka hasil penjualan apotek
harus mencapai penghasilan sebesar
4.3 Return of Investment
Return of investment dicapai setelah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar